Penerapan e-business Tradisional pada perusahaan

Artikel 6 : Penerapan e-business Tradisional pada perusahaan
          Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi membawa dampak pada perubahan kultur perekonomian stiap negara kearah ekonomi digital, dimana setiap baktivitas bisnis yang dilakukan perusahaan berbasis kepada aplikasi teknologi world wide web (www) dan teknologi internet. Hal ini mengakibatkan perekonomian dan bisnis yang semula relatif stabil dan dapat diprediksi menjadi penuh ketidakpastian,semakin kompleks, dan cepat berubah. Batas-batas antar negara semakin kabur dan cenderung hilang dari segi investasi, operasi industri, informasi, serta mengarah pada internasionalisasi dan globalisasi. Globalisasi memberikan tantangan dan peluang pada perusahaan-perusahaan yang beroperasi didalamnya. Untuk dapat bertahan hidup dan memenangkan persaingan perusahaan perlu membuat perencanaan bagi bisnis mereka.
        Kesuksesan e-business sangat ditentukan oleh komitmen perusahaan terhadap peran dan tanggung jawab kepemimpinan dalam e-business, peran cross functional team, dan struktur manajemen sehingga top manajemen perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang perubahan teknologi yang cepat, dan mengkomunikasikan nilai e-business ke seluruh organisasi.
          Dalam berbagai kesempatan iini saya mengatakan bahwa pertimbangan utama yang harus diperhatikan oleh setiap perusahaan agar dapat secara efektif berhasil menerapkan konsep-konsep berbasis TI, seperti ERP, SCM, atau CRM adalah kemauan masing-masing pihak terkait (SDM perusahaan) untuk berubah. Paling tidak melakukan revolusi pemikiran dalam menghadapi persaingan ketat dan dinamika bisnis yang terjadi belakangan ini. Perubahan tersebut menyangkut dua hal, yaitu berhubungan dengan aspek ?informasi? dan ?teknologi?.
            Perusahaan harus dapat memahami dan memperoleh keyakinan bahwa ?informasi? merupakan faktor produksi yang penting di samping faktor 4M lainnya (materials, machines, money, dan men). Bayangkan jika sebuah perusahaan besar telah memiliki 4M tersebut, tetapi tidak memiliki informasi yang akurat mengenai keadaan industri, kebutuhan pasar, dan perilaku pelanggannya ? bisa-bisa semua sumber daya fisik yang dimiliki dapat lenyap dalam waktu singkat dan perusahaan dapat bangkrut dalam waktu cepat.
Aplikasi ERP, SCM, dan CRM pada dasarnya bekerja berdasarkan proses yang berkaitan dengan mekanisme penciptaan informasi dan penyeberannya ke berbagai entiti organisasi yang membutuhkannya. Di bagian muka (front office) yang berhadapan langsung dengan pelanggan, terdapat aplikasi CRM yang bertujuan agar perusahaan dapat menjalin relasi/hubungan intim dengan customer-nya, sehingga yang bersangkutan akan menjadi pelanggan yang loyal.
            Sementara itu, berdasarkan kebutuhan pelanggan tersebutlah maka perusahaan harus menerapkan konsep ERP, yang pada dasarnya, memberikan keleluasaan kepada perusahaan untuk dapat melakukan pengelolaan terhadap seluruh sumber daya yang dimilikinya agar efektif, efisien, dan terkontrol secara menyeluruh (holistik) dan terintegrasi (berbasis proses dan lintas fungsi). Karena merupakan suatu kenyataan, bahwa dalam usahanya untuk menciptakan produk dan jasanya perusahaan tidak dapat bekerja sendiri, alias membutuhkan kehadiran mitra bisnis yang menyediakan berbagai sumber daya yang dibutuhkan (bahan mentah, material, finansial, dsb.), maka perlu dikembangkan suatu sistem yang mengintegrasikan proses perusahaan tersebut dengan para mitra pemasoknya.
              E-Business adalah 95% business and 5% technology. Secara implisit kalimat singkat tersebut telah menjelaskan esensi dari berkembangnya konsep manajemen baru yang dikenal dengan e-business. Kalimat singkat tersebut pada intinya menegaskan bahwa pertimbangan utama yang harus dipergunakan oleh para praktisi manajemen dalam menentukan apakah akan memanfaatkan tawaran-tawaran menggiurkan yang dijanjikan oleh e-business terletak pada pertimbangan seberapa besar potensi bisnis yang ditawarkan, bukan pada seberapa canggih teknologi yang berkembang.
Dengan melihat keseluruhan contoh pengukuran kinerja tersebut jelas terlihat konsep teknologi informasi yang relevan untuk penerapan e-business di sebuah perusahaan atau industri tertentu. Jika pemakaian sebuah aplikasi, sistem informasi, software, perangkat keras, network, intranet, dan produk-produk teknologi informasi lainnya secara langsungada maupun tidak langsung memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap ukuran kinerja bisnis seperti yang dijelaskan di atas, maka jelas peranannya akan sangat berarti bagi perkembangan perusahaan. Demikian juga sebaliknya, jika hasil pengimplementasian teknologi informasi di bisnis justru bertentangan dengan konsep peningkatan kinerja yang di atas, tentu saja kehadirannya akan menjadi bumerang bagi keberadaan perusahaan.

 

Transformasi Bisnis Tradisional Menuju E-Bisnis

Artikel 5: Transformasi Bisnis Online
Bisnis Secara Elektronik
Berbisnis secara elektronik tidak perlu membutuhkan banyak tempat secara fisik

Contoh situs-situs e-Business
Bidang Perbankan:
BCA

BII
Wells Fargo

Bidang Kosmetik
AVON

Bidang Peralatan Listrik
General Electric

Komponen–Komponen e-Business
Kartu kredit
Virtual shop

Perubahan-Perubahan Dalam Perusahaan Bisnis
a. Pemasaran dapat dilakukan secara luas dengan tingkat kompetisi yang lebih tinggi
b. Pertumbuhan dan perkembangan industri dan perusahaan sangat bergantung pada informasi dan pengetahuan
c. Produktifitas lebih ditekankan dari pada formalitas kehadiran di tempat kerja
d. Produk-produk dan layanan baru dapat dijumpai dalam komunitas e-Business,
e. truktur organisasi menjadi flat, terdistribusi dan pemberdayaan yang dilakukan dalam organisasi era internet tersebut akan meningkatkan fleksibilitas dan penekanan atau biaya; kerja tim lebih ditekankan untuk dapatmemberi respon atau melahirkan inovasi-inovasi baru

Karakteristik e-Market
Susah ditebak…..tapi bisa dipelajari…… Atau tidak……………. .?
E-Product
Produk yang sering disebut e-product:
Produk berupa informasi
Produk eintertainmen
Produk jasa
Produk barang
Produk keuangan
Penentuan merek berpengaruh signifikan terhadap pemasaran produk


 

Transformasi bisnis konvensional menjadi bisnis online

    Artikel 4: Transformasi bisnis konvensional menjadi bisnis online

      Saat ini perkembangan bisnis online menjadi sesuatu yang tidak bisa dipungkiri merupakan sesuatu yang sangat cepat. Orang-orang berlomba untuk meraup keuntungan dan pendapatan yang lebih dengan memanfaatkan teknologi internet. Dengan melihat hal ini, secara tersirat dapat dikatakan internet memberikan nuansa baru dalam dunia bisnis. Terlepas dari unsur penipuan dan lainnya, internet memberikan manfaat yang nyata.
Bisnis online adalah suatu bisnis di mana dalam proses bisnis itu terjadi memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi atau bisa juga disebut E-Commerce.
Bisnis konvensional saat ini banyak yang beralih menjadi bisnis yang bertajuk online, namun muncul banyak sekali pertanyaan tentang hal itu mulai dari cara beralih, dampak atau keuntungan, kendala dan lain sebagainya.
Menurut saya, perbedaan mendasar antara bisnis online dengan bisnis konvensional terletak pada cara pertukaran produk atau jasa. Hal ini sesuai dengan definisi Electronic Commerce (E-Commerce) yaitu suatu konsep yang menjelaskan suatu pembelian, penjualan, pertukaran barang, jasa, informasi melalui jaringan internet. Kalakota dan Winston (1997) mendefinisikan E-commerce (EC) dari berbagai sudut pandang, seperti:
- Sudut pandang komunikasi, yaitu EC merupakan pengiriman barang, jasa, informasi melalui jaringan komputer
- Sudut pandang bisnis proses, yaitu EC adalah aplikasi bisnis yang dapat melakukan analisis bisnis dan alur kerja yang otomatis
- Sudut pandang servis, EC merupakan peralatan yang dapat memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memotong biaya servis selama pengembangan kualitas barang dan peningkatan kecepatan layanan pengiriman
- Sudut pandang online, EC merupakan kemampuan membeli dan menjual produk melalui jaringan internet dan jaringan online lainnya
Secara umum tipe dari E-Commerce antara lain Business to Business (B2B), Business to Customer (B2C), Customer to Business (C2B), Customer to customer (C2C). Menurut Onno W. Purbo (2000) Business to Business (B2B) juga dapat diartikan sebagai sistem komunikasi bisnis online antar pelaku bisnis sedangkan Business to Customer (B2C) merupakan transaksi ritel dengan pembeli individual (Munir Fuady, 2005) dan mekanisme toko online (electronic shoping mall) yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer (Onno W. Purbo, 2000). Consumer to Bussines (C2B) merupakan individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi dan individu yang mencari penjual dan melakukan transaksi (Munir Fuady, 2005)
Adapun keuntungan yang akan didapatkan dengan melakukan bisnis yang memanfaatkan jaringan internet (online) adalah
1. Kemampuan grafis internet mampu memperlihatkan produk apa adnya (natural) serta dapat membuat brosur berwarna dan menyebarkannya tanpa ongkos/biaya cetak
2. Lebih aman membuka toko online dibanding membuka toko biasa
3. Berjualan di dunia maya internet tidak mengenal hari libur, dan hari besar, semua transaksi bisa dilakukan kapan saja dimana saja
4. Tanpa batas-batas wilayah dan waktu, sehingga memberikan jangkauan pemasaran yang luas dan tak terbatas oleh waktu.
5. Revenue stream (arus pendapatan) yang baru yang mungkin sulit atau tidak dapat diperoleh melalui cara konvensional
6. Meningkatkan pangsa pasar
7. Menurunkan biaya operasi
8. Penghematan besar yang dimungkinkan melalui e-mail
Sedangkan keuntungan yang akan didapatkan oelh konsumen bisnis online adalah sebagai berikut
1. Memungkinkan transaksi jual beli secara langsung,
2. Disintermediation adalah proses meniadakan calon dan pedagang perantara sehingga memotong jalur distribusi yang merupakan faktor yang menjadikan harga suatu produk menjadi lebih tinggi
3. Menggunakan digital cash atau elektronik cash (e-cash).
4. Memberikan kesempatan konsumen yang berada di belahan dunia manapun untuk dapat menggunakan sebuah produk atau service yang dihasilkan dari belahan dunia yang berbeda dan melakukan transaksi dan meraih informasi dari pihak pertama sepanjang tahun tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
5. Memberikan kesempatan konsumen untuk mendapatkan produk atau service terbaik dari berbagai pilihan yang ada karena konsumen mendapat kesempatan untuk memilih berbagai jenis produk atau service secara langsung.
(sumber: E-Commerce, Munawar Kholil, SH., M.Hum)
Disamping itu penyebaran informasi yang luas oleh internet menyebabkan pemanfaatan infrastruktur ini dapat dikategorikan sebagai infrastruktur yang cost effective. Melihat keuntungan baik bagi produsen maupun konsumen seperti di atas, tentunya bisnis online menjadi sesuatu yang menjanjikan. Namun, pada kenyataannya banyak sekali hal-hal yang harus ada guna mendukung transformasi bisnis konvensional menjadi bisnis online. Perkembangan internet berdampak pada perubahan cara organisasi merancang, memproses, memproduksi, memasarkan, dan menyampaikan produk. Dengan Lingkup persaingan yang semakin luas juga menuntut integrasi dan koordinasi antara departemen sistem informasi, pemasaran, layanan pelanggan, dan departemendepartemen lainnya dalam organisasi
Dalam hal transformasi organisasi, E- commerce mengubah karakteristik pekerjaan, karir, dan kompensasi. E- commerce menuntut kompetensi, komitmen, kreativitas, dan fleksibilitas karyawan dalam beradaptasi dengan setiap perubahan lingkungan yang ramping; bercirikan pemberdayaan dan desentralisasi wewenang, beranggotakan knowledge based workers; mampu beradaptasi secara cepat dengan teknologi baru dan perubahan lingkungan (learning organisation); mampu dan berani bereksperimen dengan produk, jasa, maupun proses baru; dan mampu mengelola perubahan secara strategik. Sedangkan dalam hal redefinisi organisasi, e- commerce memunculkan model bisnis baru yang berbasis jasa online di marketspace. (sumber: Peluang dan Tantangan E-commerce, Warta Warga, 2010)
Hal-hal yang dapat menjadi pendukung sukses atau tidaknya transformasi bisnis konvensional menjadi bisnis online antara lain adalah dukungan dari seluruh jajaran dalam bisnis tersebut. Dukungan ini dimulai dari tingkat paling bawah hingga tingkat teratas dari organisasi bisnis tersebut, jika bisnis tersebut dikelola oleh pribadi (individu) atau keluarga maka dukungan dari pemilik bisnis diperlukan. Dengan adanya dukungan ini, maka perubahan yang mungkin terjadi selama masa transformasi bisnis dari konvensional ke online dapat dilakukan dengan baik dan sukses.

table perbandingan bisnis konvensional dengan bisnis online

Table perbandingan media lama (promosi di bisnis konvensional) dengan media baru (promosi di bisnis online)

Melihat perbedaan dalam bisnis konvensional dan bisnis online di atas maka tantangan yang mungkin muncul dan harus dihadapi jika ingin mengalihkan bisnis konvensional ke bisnis online adalah pelaku bisnis haruslah mengetahui secara jelas mengenai cara memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dalam proses bisnis tersebut. Selain itu, permasalahan legalitas dalam bisnis online baik itu untuk B2B,B2C,C2C maupun C2B. Di Indonesia saat ini permasalahan legalitas dan perlindungan hukum terhadap bisnis online masih sebatas UU ITE saja, yang notabene belum mendapat perhatian secara khusus dan untuk mendukung legalitas hukum dalam bisnis online menggunakan dasar aspek transaksi perdagangan konvensional yaitu aspek perjanjian dalam perdagangan san legalitas perjanjian perdagangan (Wahid Nashihuddin,2008)

Selain itu, kreatifitas dalam mengemas bisnis online juga perlu mendapat sorotan yang tajam, hal ini dikarenakan bisnis online selain menjual produk atau service yang ditawarkan juga menawarkan sesuatu yang menarik dalam hal marketing. Marketing dalam bisnis online tentunya berbeda dengan marketing yang konvensional, pada bisnis online marketing yang menggunakan teknologi informasi (viral marketing) akan jauh lebih efektif. Penggunaan website baik itu jenis website 2.0 maupun website 3.0 (web yang sudah memberikan konsumen keterlibatan secar interaktif, contoh www.soursally.com) bisa jadi salah satu solusinya. Pengembangan teknologi yang sangat pesat juga menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan bisnis online. Pada dasarnya keberhasilan dari transformasi bisnis konvensional menjadi bisnis online terletak pada kemauan untuk berubah, jika tidak ada kemauan untuk menghadapi perubahan maka transformasi tersebut tidaklah berhasil.
Perubahan yang dimaksud seperti perubahan yang telah digambarkan pada tabel di atas hingga perubahan budaya kerja di bisnis online yang pastinya akan lebih dinamis dibanding bisnis online.
Selain mengubah cara bisnis, teknologi juga telah mengubah cara perusahaan mempublikasikan laporan keuangan mereka. Sampai saat ini sebagian besar perusahaan yang telah memanfaatkan internet akan menggunakan format HTML untuk mempublikasikan laporan keuangannya di internet. Format HTML ini harus didownload dan ditransfer dalam spreadsheet dan program aplikasi lainnya terlebih dahulu seandainya akan dilakukan manipulasi atau pengolahan data selanjutnya.
(sumber: Jhonsyah W dan Wesley D A)
Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Boston Consulting Group, pengeluaran orang Indonesia untuk belanja di Internet masih tergolong rendah yaitu 0.01 cent per kapita pada tahun 1999. Walaupun demikian jumlah transaksi elektronik pada tahun yang sama mencapai US$ 2 juta. Diperkirakan pada tahun 2000 diperkirakan akan tumbuh 200% seiring dengan perbaikan infrastruktur telekomunikasi (Pinnarwan 2001).


Berdasarkan perkembangan intrenet yang sangat pesat seperti tebel di atas hingga tahun 2007,maka perluang untuk bersaing secara kompetitif dalam bisnis online semakin terbuka yang terntunya menjadi sebuah tantangan yang harus dihadapi selain design arsitektur e-business seperti profil pelanggan atau customer profile.(sumber: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia dan Adrianto Gani& Onno W. Purbo)

Yang dapat disimpulkan adalah pada dasarnya bisnis konvensional dapat ditransformasikan menjadi bisnis online jika pelaku bisnis sudah benar-benar memahami tantangan yang akan dihadapi dan juga cara menanggulanginya. Selain itu, dibutuhkan dukungan semua pihak. Di dalam bisnis online juga diperlukan adanya hubungan yang baik dengan industry bisnis tersebut, mulai dari supplier, customer, hingga stockholder. Intinya, kemauan dan kegigihan yang akan membuat transformasi bisnis konvensional mampu menjadi bisnis online (E-Commerce) secara sukses. Seperti contoh, penjualan buku yang notabene diketahui hanya bisa dilakukan secara konvensional namun saat ini sudah bisa online (Amazon.com bahkan di Indonesia sudah ada Gramedia Online) selain itu dengan membuat social media online sebagai wadah dalam memasarkan “ produk “ dalam bisnis online merup[akan salah satu cara yang tepat.
 

Presfektif bisnis online dengan menggunakan media social

Presfektif  Pola bisnis online dengan 
menggunakan media Jejaring social
      Dari dalam segi Jejaring Sosial Facebook dan twiter bisa membantu kita dalam hal apapun, tergantung dimana orang berkontribusi den gan penggunaanya,ada yang digunakan untuk mencari teman chating,rekan - rekan masa lalu,atau ada juga yang memanfaatkan untuk bisnis online.Sering kita lihat di Facebook ada iklan - iklan suatu produk,atau ada gambar gambar produk untuk dijual antar member.Kita bisa memaksimalkan peran Facebook di halaman Fan. Kita sering bertanya halaman fan itu apa ?
halaman fan adalah profil yang sering digunakan untuk bisnis ,sering digunakan oleh organisasi daripada individu.


1.Menerapkan ide bisnis anda di Web

 Halaman Fan Facebook secara default dilihat oleh publik; dimana orang tidak perlu masuk ke Facebook untuk melihat bisnis atau brand di Halaman Page, jadi akan semakin banyak orang yang mengakses informasi yang Anda post-kan.
Tip: Untuk menghemat waktu meng-update Halaman Fan, buat RSS feed di tab Halaman Note untuk menarik entri dari blog bisnis yang sudah ada. Selama post blog Anda tidak “menjual” secara berlebihan, konten tambahan bisa diterima dengan baik.

2.Menarik Sipengguna Account jejaring sosial mengunjungi Website Anda

Tidak ada batasan pada Halaman Fan untuk mendorong trafik ke website. Nyatanya, Facebook mendorong Anda untuk memberikan link ke website Anda melalui Halaman Fan Anda. Mengarahkan, meski dalam porsi kecil Facebook dalam trafik harian ke website Anda akan meningkatkan jumlah trafik yang signifikan.

 
Tip: Mengubah member Facebook sebagai Fans, Fans menjadi pelanggan, dan pelanggan menjadi Fans dengan lintas promosi Halaman Fan dan website Anda. Berikan link Halaman Fan ke website Anda dan sisipkan widget Facebook di site Anda untuk kembali memberikan link ke Halaman Page Anda.

Dan masih banyak lagi kita bisa memaksimalkan Facebook atau twiter untuk membantu usaha online anda agar lebih bisa berkembang dan diketahui oleh banyak publik.